Road to World Cup 2026
Perjuangan Garuda sudah sejauh dan sedekat ini untuk menjajakan kakinya di Piala Dunia '26 dan di tentukan pada 90 menit awal dari 180 menit bersejarah yang akan tersaji dini hari nanti.
Perjalanan yang cukup panjang bagi pasukan Garuda yang memulai qualifikasi Piala Dunia dari tahun 2023 hingga hari ini, 180 menit untuk mewujudkan mimpi rakyat Indonesia menyaksikan Timnas Indonesia ikut berpartisipasi dalam gelaran pesta sepakbola terbesar di dunia.
Harapan yang harusnya terjadi asalkan Timnas Indonesia dapat mensapuh bersih kemenangan dan mengamankan 6 poin penuh, tapi itu harapan yang terkesan memaksakan. Oleh sebab itu mendapatkan poin 4 saja sudah membuat pasukan Garuda mengamankan tempat di gelaran Piala Dunia '26.
Jika melihat secara peringkat FIFA, Timnas Indonesia (119) tertinggal jauh dari Arab Saudi (59) dan Iraq (58), tetapi ini sepakbola ranking FIFA tidak dapat menjadi satu tolak ukur saja dalam sebuah pertandingan, apapun dapat terjadi di atas lapangan.
Menghadapi Arab Saudi di kandangnya sendiri sungguh bukan pertandingan yang mudah, sudah tidak dapat di pungkiri lagi jika bertanding dengan negara-negara timur tengah pasti akan selalu ada drama, entah itu permainan yang kasar atau jika mereka sudah unggul akan guling-gulingan selama pertandingan berlangsung, di tambah lagi dengan kepemimpinan wasit yang semuanya dari satu negara Kuwait.
Memiliki pengalaman pahit tentang laga yang di pimpin oleh wasit dari timur tengah, ketika di round 3 Timnas Indonesia bertandang ke bahrain dan dipimpin oleh wasit "si botak" tentu saja banyak keputusan-keputusan kontrofersi yang merugikan squad Garuda.
Seharusnya squad Garuda belajar dari Timnas Jepang dan Australia ketika bertanding dengan negara-negara timur tengah pasti mereka selalu memanfaatkan peluang untuk menjadi goal agar skor dapat unggul jauh, jika di "curangi" setidaknya sudah unggul skor dan susah untuk di kejar.
Sungguh jalan yang sangat sulit bagi Timnas Indonesia dan tidak ada yang percaya Garuda akan ikut berpartisipasi pada gelaran World Cup 2026.
Tapi kita masih boleh bermimpi dan mewujudkan mimpi itu.
Seperti kata Capt Jay Idzes: "NOBODY BELIEVES IN US, BUT WE BELIEVE"













